Data forgery
Data forgery adalah data pemalsuan
atau dalam dunia cybercrime Data Forgery merupakan kejahatan dengan memalsukan
data pada dokumen-dokumen penting yang tersimpan sebagai scripless document
melalui Internet. Kejahatan ini biasanya ditujukan pada dokumen-dokumen
e-commerce dengan membuat seolah-olah terjadi “salah ketik” yang pada akhirnya
akan menguntungkan pelaku karena korban akan memasukkan data pribadi dan nomor
kartu kredit yang dapat saja disalah gunakan.
Kejahatan jenis ini dilakukan dengan
tujuan memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang ada di internet.
Dokumen-dokumen ini biasanya dimiliki oleh institusi atau lembaga yang memiliki
situs berbasis web database.
Data Forgery biasanya diawali dengan
pencurian data-data penting, baik itu disadari atau tidak oleh si pemilik data
tersebut. Menurut pandangan penulis, data forgery bisa digunakan dengan 2 cara
yakni:
1.
Server Side (Sisi Server)
Yang dimaksud dengan server side
adalah pemalsuan yang cara mendapatkan datanya adalah dengan si pelaku membuat
sebuah fake website yang sama persis dengan web yang sebenarnya. Cara ini
mengandalkan dengan kelengahan dan kesalahan pengguna karena salah ketik.
2.
Client Side (Sisi Pengguna)
Penggunaan cara ini sebenarnya bisa
dibilang jauh lebih mudah dibandingkan dengan server side, karena si pelaku
tidak perlu untuk membuat sebuah fake website. Si pelaku hanya memanfaatkan
sebuah aplikasi yang sebenarnya legal, hanya saja penggunaannya yang
disalahgunakan. Ternyata data forgery tidak sesulit kedengarannya, dan tentunya
hal ini sangat merisaukan para pengguna internet, karena pasti akan memikirkan
mengenai keamanan data-datanya di internet.
Contoh Data Forgery
Kejahatan jenis ini dilakukan dengan
tujuan memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang ada di internet.
Dokumen-dokumen ini biasanya dimiliki oleh institusi atau lembaga yang memiliki
situs berbasis web database
1. Data Forgery Pada E-Banking BCA
(Memalsukan sebuah website bank)
Dunia perbankan melalui Internet
(e-banking) Indonesia, dikejutkan oleh ulah seseorang bernama Steven Haryanto,
seorang hacker dan jurnalis pada majalah Master Web. Lelaki asal Bandung ini
dengan sengaja membuat situs asli tapi palsu layanan Internet banking Bank
Central Asia, (BCA). Steven membeli domain-domain dengan nama
miriphttp://www.klikbca.com (situs asli Internet banking BCA), yaitu
domainhttp://www.klik-bca.com,www.kilkbca.com,
http://www.clikbca.com,http://www.klickca.com. Dan http://www.klikbac.com.
Isi
situs-situs plesetan inipun nyaris sama, kecuali tidak adanya security untuk
bertransaksi dan adanya formulir akses (login form) palsu. Jika nasabah BCA
salah mengetik situs BCA asli maka nasabah tersebut masuk perangkap situs
plesetan yang dibuat oleh Steven sehingga identitas pengguna (user id) dan
nomor identitas personal (PIN) dapat di ketahuinya.
Modus:
Modusnya sangat sederhana, si hacker
memfotokopi tampilan website Bank BCA
yang seolah-olah milik BCA Tindakan tersebut dilakukan untuk mengecoh
nasabah sehingga pelaku dapat mengambil identitas nasabah.
Modus lainnya yang juga menggunakan
situs palsu adalah penipuan lewat situs-situs tertentu.
“Yang pernah terjadi adalah sebuah
situs porno Triple X membuat penawaran, jika ingin masuk dan melihat gambar
syur yang mampu menaikkan adrenalin silahkan melakukan registrasi dan transfer
biaya sebesar Rp. 10.000,- lewat BCA.
Surat Steven Haryanto ke BCA 6 Juni
2001
Dear BCA,
Dengan ini saya:
Nama: Steven Haryanto
Alamat: (dihapus-red.), Bandung 40241
Pembeli domain-domain internet
berikut:
WWWKLIKBCA.COM
KILKBCA.COM
CLIKBCA.COM
KLICKBCA.COM
KLIKBAC.COM
Melalui surat ini saya secara
pribadi dan tertulis menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya. Saya
menyesal dan mengakui telah menimbulkan kerugian kepada pihak BCA dan pihak
pelanggan yang kebetulan masuk ke situs palsu tersebut. Namun saya menjamin
bahwa saya tidak pernah dan tidak akan menyalahgunakan data tersebut. Bersama
ini pula data user saya serahkan kepada BCA. Sejauh pengetahuan saya, data ini
tidak pernah bocor ke tangan ketiga dan hanya tersimpan dalam bentuk
terenkripsi di harddisk komputer pribadi saya. Mohon BCA segera menindaklanjuti
data ini.
Dengan ini juga saya ingin
menjelaskan bahwa perbuatan ini berangkat dari rasa keingintahuan saja, untuk
mengetahui seberapa banyak orang yang ternyata masuk ke situs plesetan
tersebut. Tidak ada motif kriminal sama sekali. Alasan nyatanya, saya bahkan memajang
nama dan alamat asli saya di domain tersebut, dan bukan alamat palsu. Sebab
sejak awal pembelian saya memang tidak berniat mencuri uang dari rekening
pelanggan.
Saya tidak pernah menjebol,
menerobos, atau mencoba menerobos sistem jaringan atau keamanan milik
BCA/Internet Banking BCA. Melainkan, yang saya lakukan yaitu membeli beberapa
domain plesetan dengan uang saya sendiri, dan menyalin halaman indeks dan
halaman loginhttp://www.klikbca.com ke server lain. Itu tetap suatu kesalahan,
saya akui.
Saya tidak pernah mengkopi logo
KlikBCA atau mengubahnya. Semua file situs-situs gadungan, berasal dari server
aslinya di http://www.klikbca.com/. yang dilihat pemakai, kecuali file halaman
depan dan halaman login.
Saya betul-betul mengharapkan apa
yang telah saya perbuat ini LEBIH BERDAMPAK AKHIR POSITIF KETIMBANG NEGATIF.
Para pemakai dapat terbuka masalahnya dan menjadi lebih sadar akan isu keamanan
ini. Ingat iklan Internet Banking Anda? “Pengamanan berlapis-lapis. SSL 128
bit… Disertifikasi oleh Verisign…Firewall untuk membatasi akses… Userid dan
PIN.” Apakah seseorang harus menciptakan teknologi canggih, menyewa hacker
jempolan, menjebol semua teknologi pengaman itu untuk memperoleh akses ke
rekening pemakai? Tidak. Yang Anda butuhkan hanyalah 8 USD. Ironis memang.
Masalah TYPO SITE adalah MASALAH
FUNDAMENTAL domain.com/.net/.org yang tidak mungkin dihindari (kita dapat
melihat database whois untuk melihat betapa banyaknya domain plesetan-plesetan
yang dibeli pihak ketiga). Kebetulan dalam percobaan saya ini adalah
klikbca.com. Semua situs-situs online sebetulnya terancam akan masalah ini,
yaitu masalah pembelian domain salah ketik. Saat ini saya sendiri telah/akan
terus berusaha untuk menjernihkan masalah ini kepada khalayak ramai dan tidak
bermaksud sama sekali merugikan pihak BCA maupun customernya. Semua domain
plesetan akan saya serahkan kepada BCA tanpa perlu BCA mengganti biaya
pendaftaran. Itu tidak saya harapkan setimpal dengan kerugian yang mungkin
telah saya timbulkan, tapi hanya untuk menunjukkan rasa penyesalan dan
permohonan maaf saya.
Demikian surat ini dibuat. Saya
lampirkan juga kepada media massa sebagai permohonan maaf kepada publik dan
akan saya taruh di situs master.web.id dan situs lain sebagai pengganti artikel
sebelumnya yang telah diminta secara baik-baik oleh BCA untuk diturunkan.
Saya juga memohon kebijaksanaan para
netter dan pembaca untuk tidak mengacuhkan forward email yang beredar dan
bernada miring. Seperti yang saya jelaskan inilah yang terjadi dan tidak pernah
ada penyalahgunaan data atau pencurian.
2. Kejahatan kartu kredit yang
dilakukan lewat transaksi online di Yogyakarta.
Polda DI Yogyakarta menangkap lima
carder dan mengamankan barang bukti bernilai puluhan juta, yang didapat dari
merchant luar negeri. Begitu juga dengan yang dilakukan mahasiswa sebuah
perguruan tinggi di Bandung, Buy alias Sam. Akibat perbuatannya selama setahun,
beberapa pihak di Jerman dirugikan sebesar 15.000 DM (sekitar Rp 70 juta).
Para carder beberapa waktu lalu juga
menyadap data kartu kredit dari dua outlet pusat perbelanjaan yang cukup
terkenal. Caranya, saat kasir menggesek kartu pada waktu pembayaran, pada saat
data berjalan ke bank-bank tertentu itulah data dicuri. Akibatnya, banyak
laporan pemegang kartu kredit yang mendapatkan tagihan terhadap transaksi yang
tidak pernah dilakukannya.
Modus kejahatan ini adalah
penyalahgunaan kartu kredit oleh orang yang tidak berhak. Motif kegiatan dari
kasus ini termasuk ke dalam cybercrime sebagai tindakan murni kejahatan. Hal
ini dikarenakan si penyerang dengan sengaja menggunakan kartu kredit milik
orang lain. Kasus cybercrime ini merupakan jenis carding. Sasaran dari kasus
ini termasuk ke dalam jenis cybercrime menyerang hak milik (against property).
Sasaran dari kasus kejahatan ini adalah cybercrime menyerang pribadi (against
person).
Beberapa solusi untuk mencegah kasus
di atas adalah:
Perlu adanya cyberlaw: Cybercrime
belum sepenuhnya terakomodasi dalam peraturan / Undang-undang yang ada, penting
adanya perangkat hukum khusus mengingat karakter dari cybercrime ini berbeda
dari kejahatan konvensional.
Perlunya Dukungan Lembaga Khusus:
Lembaga ini diperlukan untuk memberikan informasi tentang cybercrime, melakukan
sosialisasi secara intensif kepada masyarakat, serta melakukan riset-riset khusus
dalam penanggulangan cybercrime.
Penggunaan enkripsi untuk
meningkatkan keamanan. Penggunaan enkripsi yaitu dengan mengubah data-data yang
dikirimkan sehingga tidak mudah disadap (plaintext diubah menjadi chipertext).
Untuk meningkatkan keamanan authentication (pengunaan user_id dan password),
penggunaan enkripsi dilakukan pada tingkat socket.
3. Email Pishing
Ada beberapa modus kriminalitas didunia maya, salah satu
bentuknya yang wajib diwaspadai adalah pencurian data-data account penting
anda. Pelaku biasanya adalah seorang hacker dengan cara menjebak orang lain
untuk tidak sadar bersedia memberikan data-data account-nya.
Modus yang digunakan adalah
mengirimkan sebuah email phising yaitu pengiriman email yang bertujuan untuk
mencuri data data rahasia tentang account kita, email seperti ini harus kita
waspadai, caranya adalah dengan tidak mengindahkan dan menuruti
perintah-perintah si hacker tersebut. Selanjutnya anda lakukan blokir alamat
email dari si pengirim e-mail phising tersebut.
4.Instagram
Baru-baru ini, Facebook mengumumkan
secara resmi akuisisinya bersama Instagram-aplikasi foto populer di smartphone, yang juga telah
dirilis dalam versi Android beberapa
waktu lalu. Diberitakan pula, bahwa Facebook telah membayar tunai dengan
perkiraan senilai $1 miliyar (629m poundsterling) dalam pengambil alihan saham
tersebut.
Penjahat cyber melihat adanya
peluang ini dan mulai mengambil keuntungan dari kepopuleran Instagram. TREND
MICRO, perusahaan keamanan terdepan, telah menemukanweb page palsu yang
mengajak user untuk mendownload link installer Instagram tersebut ke dalam
ponsel Android. Tanda kotak merah tersebut (pada gambar) mengindikasikan link
yang dapat diakses, kemudian mengarahkan user untuk mengunduhnya.
Nah…Tapi tunggu dulu jangan begitu
saja Anda percaya dengan link installer tersebut, karena seketika saat Anda
mulai men-downloadnya, maka malware pun akan masuk ke dalam ponsel Anda.
Sama seperti web page Instagram
tiruan, dan ternyata web page aplikasi ini berasal dari web Rusia.
Pemalsuan Instagram telah terdeteksi
dengan file ANDROIDOS_SMSBOXER.A. Berawal dari analisis kami, malware akan
meminta user agar diijinkan untuk mengirimkan permintaan dengan menggunakan
nomor pendek untuk mengaktifkan aplikasi. Pada kenyataannya, malware jenis ini
mengirimkan pesan ke nomor tertentu. Aplikasi palsu ini juga menghubungkan ke
situs tertentu, agar memungkinkan beberapa file lainnya untuk diunduh ke
perangkat.
Modusnya sangat sederhana, penjahat
cyber memfotokopi tampilan website instagram aplikasi foto yang seolah-olah milik facebook instagram.
Seketika saat Anda mulai men-downloadnya, maka malware pun akan masuk ke dalam
ponsel. Tujuannya adalah meminta user agar diijinkan untuk mengirimkan
permintaan dengan menggunakan nomor pendek untuk mengaktifkan aplikasi. Pada
kenyataannya, malware jenis ini mengirimkan pesan ke nomor tertentu. User
disarankan untuk berhati-hati dan waspada sebelum mengunduhnya dari Android
apps, terutama beberapa hosted yang merupakan pihak ketiga dari aplikasi
tersebut.
Comments
Post a Comment